Senin, 09 Januari 2017

ACEH JUARA II MISKIN

OLEH : AZIZAH  

Assalamualaikum Warahmatuallahi Wabarakatuh.

Perkenalkan nama saya azizah. Saya salah satu mahasiswi Universitas Islam Negeri Banda aceh yaitu Universitas UIN AR-RANIRY, kabupaten Darussalam, di jurusan pengembangan masyarakat islam (PMI) kesejahteraan sosial, di leting (semester) satu. Tujuan saya di sini ingin mengarang sebuah peristiwa (fenomena) tentang :” ACEH JUARA II MISKIN.” Khususnya di pulau sumatra negara indonesia.

Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidak mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti: makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan berasal dari kata miskin, pendapat awalan ke dan akhiran an, menjadi kemiskinan. Dalam kamus besar bahasa indonesia edisi baru (2012:12:58), miskin artinya tidak berharta benda, serba kekurangan, papa, dan sangat merata.    
                                          
Menurut pendapat para ahli Mubyatoc (1998), mengatakan bahwa kemiskinan adalah suatu situasi serba kekurangan dari penduduk yang terujud dalam bentuk rendahnya pendapatan, dan disebabkan oleh rendahnya keterampilan, produktifitas, pendapatan, lemahnya nilai tukar produksi dan terbatasnya, kesempatan berperanserta dalam pembangunan. Rendahnya mendapatkan penduduk miskin, menyebabkan rendahnya produktifitas dan meningkatkan beban ketergantungan masyarakat.
Kemiskinan di indonesia bukanlah hal yang baru bahkan sudah di kenal dan di selidiki oleh pemerintah Kolonia Belanda sejak awal abab 20. Kemiskinan haruslah mendapatkan perhatian yang utama, karna ke mana saja kita pergi dapat kita jumpai kemiskinan. Di daerah perkotaan banyak berlaku ladang mobil yang harga mahal, namun juga masih dapat banyak kita jumpai para pejalan kaki dan tukang peminta- minta (pengemis). Di daerah pendesaan masih banyak di jumpai penduduk yang tidak cukup makan. Ini semua merupakan pengertian ceminan kemiskinan yang secara realistik harus di akui oleh negara indonesia. Kemiskinan dewasa ini telah mwngalami peluasan, seiring dengan kompleknya faktor penyebab, indikator maupun permasalahan lain yang di pandang dari dimensi ekonomi saja, melainkan semakin meluas ke dimensi sosial, kesehatan, pendidikan, dan bahkan politik.

Menurut dari pengertiannya, kemiskinan dapat di bedakan menjadi tiga golongan yaitu kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup minimum seperti pangan, sandang, kesehatan, papan, dan pendidikan. Seseorang tergolong miskin relatif apabila seseorang tersebut sebenarnya telah hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemiskinan masyarakat seterusnya. Seseorang tergolong miskin kultural apabila seseorang atau kelompok masysrakat tersebut memiliki sikap tidak mampuan berusaha memperbaiki tingkat kehidupannya. Sekalipun ada usaha dari pihak lain yang membantunya.     
                

“ACEH JUARA II MISKIN DI SUMATRA NEGARA INDONESIA”.
 Badan pusat statistis (BPS) Aceh menuliskan profil kemiskinan di daerah ini Maret 2016. Data- data tersebut menunjukkan persentase angka kemiskinan di aceh hingga Maret 2016 tertinggi ke dua(16,73 persen) di pulau sumatra, setelah bengkulu (17,32 persen). Peningkatan kemiskinan ke dua profinsi ini masih sama seperti periode Januari september 2015. Kepala BPS Aceh, Wahyudin mengucapkan aceh masih termiskin ke dua di sumatra dalam konferensi per di kantor BPS Banda Aceh, senin (18/7). Kemiskinan ini harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah di aceh “ artinya tim keordinasi penangulangan kemiskinan daerah (TKPKQ) harus bekerja optimal guna menunjukkan kemiskinan yang terjadi di profinsi ini.”          

Dari hasil surfe, terdapat 10 kabupaten kemiskinan di Aceh yaitu gayo lues, Aceh singkil, Bener mariah, Aceh barat, Pidie jaya, Pidie dan Semeulue. Lima kabupaten  / kota dengan tingkat   kemiskinan terendah  pada  tahun    2015  yaitu” Banda Aceh 7,72 persen, Langsa 11,62 persen, Lhouseumawe 12,16 persen, Aceh selatan 13, 24 persen, Aceh tamiang 14,57 persen.Menurut Munzani amatan/ DeAS, selama periode 2014-2015 daerah dengan tingkat kenaikan kemiskinan terparah yaitu Aceh singkil yang mencapai 3,95 persen, di mana tahun 2014 angka kemiskinan di singkil hannya 17,11 persen dan tahun 2015 naik mencapai 12,72 persen, untuk menurunkan angka kemiskinan ini, BPS menawarkan dengan pemerintah aceh memberikan bantuan melalui program kerja, termasuk modal padat karya yang dapat menghasilkan uang bagi masysrakat yang masih miskin.   

Terjadinya kemiskinan yang meningkat di ketahun ke tahun di aceh dapat di sebabkan oleh faktor-faktor tertrntu. Penyabab terjadinya kemiskinan di antaranya faktor laju pertumbuhan penduduk di mana pertunbuhan penduduk. Meningkatnya jumblah penduduk di indonesia semakin terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumblah penduduk yanh bekerja tidak sebanding dengan jumblah keterangan penghasilan yang minim di tambah dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus di tanggung membuat. Penduduk hidup di bawah garis kemiskinan. Faktor selanjudnya yaitu Anggaran kerja di mana faktor ini penduduk yang bekerja dan pengagguran. Penduduk yang berumur di dalam batas. Usia kerja mendapatkan penduduk yang di dapatkan dari hasil pekerjaan yang mereka lakukan relatif tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sendangkan ada sebagian penduduk di indonesia mempunyai pendapatan yang berlebih.    

Faktor yang ke- tiga yaitu tingkat pendidikan yang rendah. Ini di sebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat pengetahuan  tenaga kerja. Untuk adanya perkembangan ekonomi terutama industry. Jelas sekali di butuhkan lebih banyak tenanga kerja yang mempunyai skill dan paling tidak dapat membaca dan menulis. Dan faktor ke- empat kurangnya perhatian dari pemerintah yaitu pemerintah yang kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi faktor kemiskinan. Pemerintah tidak dapat memetuskan kebijakan yang mampu mengendalikan tingkat kemiskinan di negaranya. Dan faktor yang terakhir yaitu Distribusi yang tidak merata di mana faktor yang terakhir ini, kemiskinan muncul karena adanya ketidak samaan pola kepemilikan sumber daya yang menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hannya memiliki sumber daya dalam jumblah yang terbatas dan kualitasnya rendah.         

Dengan adanya penyebab terjadinya kemiskinan di Aceh khususnya pulau sumatra negara Indonesia kemudian timbullah Dampak atau akibatnya dari kemiskinan, di antaranya dampak Pengagguran merupakan dampak dari kemiskinan. Berhubungan pendidikan dan ketrampilan hal yang sulit di raih masyarakat, maka masysrakat sulit untuk berkenbang dan mencari pekerjaan yang layak untuk memenuhi kebutuhan. Di karenakan sulit untuk bekerja maka tidak ada pendapatannya membuat pemenuan kebutuhan sulit. Kekurangan industry dan kesehatan dan tak dapat memenuhi kebutuhan sulit lainnya. Dampak selanjudnya yaitu dampak Kriminaliatas dimana kesulitan mencari nafkah mengakibatkan orang lupa diri sehingga mencari jalan cepat tampa memerdulikan halal dan haramnya uang sebangai alat tukar guna memenuhi kebutuhannya. Misallya saja perampokan, penodongan, pencurian, penipuan, pembengalan, penjambretan dan masih banyak lainnya. 
    
Faktor yang ke- tiga putusnya sekolah dan kesempatan pendidikan. Sudah pasti dampak dari kemiskinan. Mahalnya biaya pendidikan, menyebabkan masyarakat miskin putus sekolah, karena tidak lagi mampu membiayai sekolah. Putus sekolah dan hilangnya kesempatan pendidikan akan menjadi penghambat rakyat miskin dalam menambah ketrampilan, mencangkau cita-cita dan mimpi mereka. Dan faktor ke- empat Kesehatan sulit untuk di dapatkan karena kurangnya pemenuhan gizi sehari-hari. akibat kemiskinan membuat rakyat miskin sulit menjaga kesehatannya. Belum lagi biaya pengobatan yang mahal di klinik atau rumah sakit yang tidak dapat di jangkau oleh masyarakat miskin. Ini menyebabkan gizi buruk atau banyaknya penyakit yang menyebar. Dan dampak yang terhkir adalah Buruknya generasi penerus adalah dampak yang berbahaya dari akibat kemiskinan. Jika anak-anak putus sekolah dan bekerja karna terpaksa maka akan ada gangguan pada anak itu sendiri, seperti gangguan pada perkembangan mental, fisik, dan cara berfikir mereka sebut saja contohnya anak-anak jalanan yang tidak mempunyai tempat tinggal, tidur di jalan dan tidak sekolah. Seperti juga pengamen untuk mencari makan dan lain sebangainya.

Dampak kemiskinan pada generasi penerus merupakan dampak dan buruk, karena anak-anak seharusnya mendapatkan hak mereka untuk bahagia, mendapatkan pendidikan, mendapatkan nutrisi baik dan lain sebangainya. Ini dapat menyebabkan mereka terjebak dalam kesulitan hingga dewasa dan berdampak pada generasi seterusnya.

Setelah terjadinya Dampak-Dampak atau akibatnya dari kemiskinan di Aceh selanjudnya ada cara-cara untuk mengatasi kemiskinan, supaya tidak terjadi secara terus menerus di kalangan masyarakat, cara yang pertama dengan Peningkatan fasilitas jalan dan listrik di pendesaan di mana berbangai pengalaman di china dan vietnam dan juga di indonesia sendiri menunjukkan bahwa pembangunan jalan di area pendesaan merupakan cara yang efektif dalam mengurangi kemiskinan. Cara selanjudnya dengan membangun lembaga- lembanga pembiayaan MIKRO (LPM) yang memberi mamfaat kepada rakyat miskin dimana dengan menyelesaikan rancangan undang- undang mengenai LPM yang memberikan dasar hukum dan kerangka kelembangaan bagi lembaga pembiayaan MIKRO untuk menyalurkan dana bagi rakyat miskin. Dan cara yang ke-tiga dengan Perbaikan atas kualitas pendidikan dan penyediaan pendidikan untuk sekolah menengah yaitu dengan membantu pengembangan manajemen dan pembiayaan pendidikan yang bertumpu pada peran sekolah. Menyediakan dana bantuan pendidikan bagi masyarakat miskin. Mengubah biasiswa jaring pengamat sosial.

Dan cara yang ke-empat dengan Menyediakan lebih banyak dana untuk desa-desa miskin yaitu memberikan formulir Dana Alokasi umum (DAU), agar memungkinkan pemerintah daerah agar dapat menyediakan pelayanan dasar yang cukup baik. Meningkatkan pemberian DAK untuk menunjang target program nasional pemgentasan kemiskinan. Dan alokasi khusus dapat menjadi insentif bagi pemerintah daerah untuk memenuhi target pemenuan tingkat kemiskinan.

Dan cara yang terakhir yaitu dengan cara Merancang perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran dimana pemerintah dapat meningkatkan bantuan pada masyarakat, di samping mengadakan penghematan dengan cara, menguragi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menggunakan tabungan pemerintah yang ada, untuk mengembangkan program perlindungan sosial. Mungkin dengan cara- cara demikian kemiskinan di Aceh khususnya di pulau sumatra negara indonesia ini dapat terselesaikan dengan baik, agar masyarakat Aceh dapat hidup Aman, Nyaman, dan Sentosa.  

Dari peristiwa / fenomena tentang kemiskinan yang terjadi di Aceh khususnya di pulau sumatra negara Indonesia, saya mempunyai pesan dan kesan. Pesan menurut saya : Semoga pemerintah negara Indonesia dapat mencarikan solusi dalam penyelesain permasalahan kemiskinan di masyarakat negara Indonesia, supaya masyarakat dapat hidup ke arah yang lebih baik.

Kesan menurut saya : Alangkah baiknya peemerintah turun ke lapangan langsung untuk memberantaskan kemiskinan- kemiskinan di negara kita ini, ataupun dengan lebih banyak memberikan bantuan- bantuan berupa seperti : JKS (jaminan kesehatan sosial) untuk masyarakat miskin, bantuan pendidikan, beras miskin, peluang pekerjaan dan lain-lain.

Demikianlah karangan dari saya, di dalam karangan ini saya menyadari banyak terdapat kesalahan, baik itu dari penulisan ataupan dari segi karangan. Dengan ini saya sangat mengharapkan kritik supaya untuk membangun karangan ini.

Akhir kata saya akhiri, Wabila hitaufid Wahidayyah.
 Wassalamualaikum Warahmatuallahi Wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar