Jumat, 02 Desember 2016

BETAPA BERARTINYA SELEMBAR IJAZAH S1



BETAPA BERARTINYA SELEMBAR IJAZAH S1
Oleh: Azizah

Perkenalkan nama saya Azizah bertempat tinggal di Aceh Timur kecamatan Simpang Ulim. Saya lahir  pada tanggal 12-07-1996 dan sekarang ini saya berusia 20 tahun. Saya hanya seorang gadis biasa yang mempunyai segudang harapan, sejuta impian dari saya kecil hingga tumbuh dewasa, saya mempunyai keinginan yang mungkin tidak bisa saya dapatkan dari kedua orang tua saya, di karenakan saya berasal dari keluarga yang kurang mampu, tidak seperti mereka yang mungkin keinginan mereka dapat terpenuhi dikarenakan mereka terlahir dari keluarga yang berada. Dan saya mempunyai tujuan hidupdengan meraih kesuksesan dengan cara saya mendapatkan kesuksesan maka dengan itun keinginan saya dapat terpenuhi.  Maka dari itu saya memilih kuliah, karena saya yakin dengan kuliah saya mendapatkan ilmu-ilmu, dimana dengan ilmu-ilmu tersebut saya dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Maka dengan itu saya mendapatkan uang, karena dengan uang itulah keinginan dan impian saya dapat terpenuhi.
Ketika saya dinyatakan lulus dimana sekolah saya berasal di SMAN 1 Simpang Ulim kabupaten Aceh Timur, Kecamatan simpang ulim, Kemudian saya berkeinginan untuk  kuliah. Saat itu saya lulus pada tahun 2015 berbagai sleksi saya ikuti baik jalur Bidikmisi, jalur Bidik misi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional) di fakultas Unimal(uinfersitas malaikulsaleh) di kota LHOKSEUMAWE, dan jalur Bidik misi SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional) di universitasa syiah kuala (UNSYIAH) namun sayang, saya dinyatakan tidak lulus, namun saya tidak berputus asa, saya tetap berusaha dengan sepenuh jiwa raga untuk saya bisa kuliah. Namun saya memilih untuk menganggur 1 tahun karena hanya bisa kuliah dengan ada biaya  Bidikmisi atau beasiswa. Jika tidak ada biaya  Bidikmisi saya tidak bisa kuliah, karena kedua orang tua tidak mampu menyeklahkan saya. Karena saya berasal dari keluarga yang kurang mampu. Kemudian saya membuat sebuah keputusan yang sudah saya pikirkan matang-matang untuk pergi ke kota Banda Aceh untuk bekerja dan mengumpulkan uang untuk biaya kuliah pada tahun 2016 nanti.
Akhirnya tahun yang saya nantikan datang juga dimana pada tahun 2016 ini saya ingin sekali kuliah seperti orang lain. Pengumuman pendaftaran telah dibuka kemudian saya mengikuti berbagai tes baik jalur Bidikmisi (biasiswa) SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional) di fakultas Unifersitas Syiah Kuala (Unsyiah) jalur SPAN PTK-IN (Perguruan Tinggi Islam Negeri) di universitas UIN AR-RANIRY dan yang terakhir jalur PMB-LOKAL (Perguruan Masuk Bersama) di universitas UIN AR-RANIRY. Alhamdulillah saya di nyatakan lulus di jalur PMB-LOKAL di universitas UIN AR-RANIRY di kota Banda Aceh pada jurusan PMI-KESOS  (Pengembangan Masyarakat Islam) hati saya sangan gembira di karnakan saya bisa kuliah, kuliah adalah keinginan saya dari saya menduduki bangku MTS(Madrasah Ibtidayyah).                                                                                                                  Beribu pengorbanan telah saya lakukan dan beribu biaya telah saya keluarkan hannya untuk saya bisa kuliah semua itu untuk mendapatkan selenbar ijazah S1, karna dengan ijazah tersebut saya mendapatkan ilmu –ilmu, dengan ilmu – ilmu tersebut saya bisa menciptakan sebuah lapangan kerja pekerjaan, karna dengan demikian keinginan dan impian saya dapat terwujud. Namun untuk mendapatkan selenbar ijazah S1, bukanlan hal yang  mudah, di mana untuk mendapatkan nya, kita menghabiskan banyak pengorbanan, di antara nya tenanga, fikiran,waktu dan biaya sampai puluhan juta rupiah yang kita keluarkan untuk mendapatkan selembar ijazah S1, banyak biaya yang  saya keluarkan selama 4(empat ) tahun menyelesaikan prodi perkuliahan pada jurusan PMI-KESOS (Pengembangan Masyarakat Islam) ,biaya yang saya keluarkan di antara, biaya membayar alat tulis kantor (ATK) dalam perbulan kita mengeluarkan biaya 150.000 Ribu Rupiah, di kalikan dalam selama 4(tahun) dalam 4 tahun ada 8(delapan) semester, artinya biaya yang kita keluarkan yaitu sebesar: 1.200.000 Ribu Rupiah, bukan biaya membayar alat tulis kantor  (ATK) saya yang kita keluarkan, namun kita juga mengeluarkan biaya pembayaran fotokopy yaitu tungas yang di berikan oleh dosen guna untuk mendapatkan sebuah nilai perkuliahan, biaya yang kita keluarkan sebesar: 200.000 Ribu Rupiah dalam perbulannya, namun karna kita kuliah targetnya ada 4(empat) tahun dalam 4 tahun ada 8(delapan) semester maka biaya yang kita keluarkan sebesar: 1.600.000 Ribu Rupiah. Di dalam perkuliahan kita juga membayar pembayaran SPP dalam setiap semester, biaya yang kita keluarkan dalam 1(satu) semester sebesar: 1.605.000 Ribu Rupiah, di karnakan kitakuliah dalam 4(empat) tahun maka 4 tahun ada 8(delapan ) semester, maka biaya yang kita keluarkan sebesar: 12.840.000 Ribu Rupiah. Ketika kita sudah semester 3- ke atas maka kita akan melakukan praktek atau terjun lapangan, di mana di dalam praktek juga membutuhkan biaya yang cukup besar biaya yang kita keluarkan praktek atau terjun lapangan selama 6(enam) bulan, maka besar biaya yang kita keluarkan sebesar: 3.000.000 Rupiah, praktek atau terjun lapangan adalah sebuah penilaian yang sangat utama dalam sebuah perkuliahan. Ketika kita sudah hampir di nyatakan selesai dalam sebuah perkuliahan, maka kita akan menyusun subuah sripsi di manai sripsi tersebut kita juga mengeluarkan banyak biaya, biaya yang kita keluarkan sebesar: 3.000.000 Rupiah dalam 4(empat) tahun sekali, ketika kita sudah selesai menyusun sebuah sripsi dan di tanda tangani oleh pembimbing (jurusan), dosen ketua fakultas, dan  rektor dari Universitas UIN AR-RANIRY, di Kota Banda Aceh, bahwa kita di nyatakan lulus dalam menyusun sebuah  sripsi, namun ketika kita selesai dalam menyusun sebuah sripsi. Selanjudnya kita harus mengajukan sidang (naik sidang), mengajukan sidang kita juga mengeluarkan biaya, biaya yang kita keluarkan sebesar: 1.500.000 Ribu Rupiah, biaya tersebut kita keluarkan 4(empat) tahun sekali. Selanjudnya, biaya terakhir yang kita keluarkan yaitu biaya pembayaran wiisuda, di mana ketika seseorang tersebut telah wisuda itu tandanya ia telah selesai dalam sebuah perkuliahannya, biaya yang di keluarkan untuk wisuda yaitu sebesar: 3.000.000 Rupiah dalam 4(empat) tahun sekali, di mana di wisuda tersebut orang merasa tenang dan puas di karnakan bahwa bebas dari biaya yang selama ini ai keluarkan seperti bebas dari fikiran, tenaga, waktu, dan biaya yang sangat besar bahkan sampai puluhan juta Rupiah telah di selesaikan. Jadi besar semua biaya yang di keluarkan selama dalam perkuliahan yaitu sebesar: 35.140.000 Ribu Rupiah selama 4 tahun 8 semester.               Jadi dapat saya simpulkan bahwa: untuk mendapatkan selembar  ijazah S1, kita banyak mengeluarkan di antaranya fikiran, tenaga, waktu, dan biaya puluhan juta Rupiah hanya untuk mendapatkan selembar ijazah S1, jadi sungguh di sayangkan ketika kita di nyatakan  lulus dalam sebuah universitas di mana kita di gelar menjadi seseorang bertiter sarjana itu sia-sia, kenapa? Karna maksudnya jangan sampai ketika kita mendapat selembar ijajah S1, itu terbuang dengan percuma-Cuma, kita harus menggunakan ijazah tersebut dengan sebaik-baiknya. Di karnakan ijazah tersebut di gunakan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang pantas(layak), misalnya: bekerja di sebuah perkantoran, keguruan, maupun di sebuah Universitas- universitas dan lain –lainnya, di karna semua pekerjaan di zaman sekarang ini sudah 99% semua membutuhkanselembarijazahS1.                                                                                    Pesan dari saya : guna kanlah sebaik- baiknya selembar ijazah S1, di karnakan di dalam ijazah tersebut terdapat banyak ilmu- ilmu yang kamu dapatkan, guna kanlah ke arah yang lebih baik, di karnakan untuk mendapat kannya ijazah S1, di butuhkan pengorbanan yang besar. Cukup di sini ungkapan atau karangan  dari saya, saya bernama AZIZAH mengungkapkan banyak terima kasih, terutama sekali kepada dosen( bapak) pembimbing kami Bapak HASAN BASRI M NUR, yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengungkapkan isi hati saya, dan mungkin terdapat banyak kesalahan-kesalahan di dalam karangan ini, maka dari itu saya membutuhkan sebuah kritikan-kritikan guna untuk memperbaiki kesalahan –kesalahan tersebut.                                                                                                      
                   Tiada Manusia Yang Luput Dari Kesalahan.                                    Wabillahi Tufid Wahiyyah Wasalamualaikum Warahmatuallahhi Wabarakatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar