KURANGNYA ISLAM DI ACEH
(tanoeh lon sayang)
Oleh : AZIZAH
Nim : 160404043
Islam merupakan suatu ajaran agama yang di perintahkan oleh Allah
SAW. Melalui perantara Nabi Muhammad Saw, untuk di sampaikan kepada seluruh
ummat manusia mengandung suatu ajaran-ajaran kebaikan di dalam kehidupan
bermasyarakat yang bertujuan untuk memberi petunjuk jalan kebenaran, agar
selamat di dunia dan akirat tentunya.
Penyebaran agama
islam pertama sekali di perluaskan oleh Nabi Muhammad Saw, dengan melalui
hitjrahnya dari mekkah ke madinah. Sejak saat itulah penyebaran agama islam
tersebar keseluruh pelosok dunia seperti: ARAB SAUDI ARRABIAH, EROPA,
ASIA,INDONESIA dan kota-kota yang lainnya. Dengan berbagai pengorbanan yang di
lakukan oleh Nabi Muhammad Saw, baik itu berupa cobaan, rintangan, halangan,
dan lain sebagainya, dari negara kenegara, bangsa kebangsa, wilayah kewilayah,
maupun daerah kedaerah, sehigga sampailah ajaran islam ke provinsi ACEH
tercinta ini.
Nah, kalou kita
membahas tanoeh lon sayang (ACEH), ACEH merupakan suatu wilayah dari negara
REPUBLIK INDONESIA (RI), yang mayoritasnya menganut agama isalam kira-kira
hampir 75% dari 100% masyarakat ACEH yang menganut agama islam, dari
kerajaan-kerajaan ACEH terdahulu. Bahwa sannya ACEH di juluki dengan sebutan
seramoe mekkah yang artinya wilayah ACEH ini hampir semua masyarakatnya
menganut agama islam, taat kepada Allah Swt, mematuhi perintah-perintahnya, dan
mengerjakan segala seruhan dari Rasuluallah Saw (sebagai ummat yang terbaik di
sisi Allah).
Wilayah ACEH juga
penuh dengan syariat-syariat islam atau aturan-aturan tentang keislaman,
seperti contohnya saja, syariat berpakaian, syariat perzinaan, syariat
peraturan-peraturan dan syariat-syariat yang lainnya. Oleh karena itu, dengan
banyaknya hukum-hukum syariat yang berlaku di wilayah ACEH, banyak sekarang
kita lihat bahwa sannya masyarakatACEH sangat sopan santun dalam berdiskusi,
berinteraksi, kata-latanya juga sopan, lemah lembut dan saling menghargai
antara sesama baik antara yang muda dengan yang tua.
Namun sekarang
ini, dengan perkembangan zaman yang begitu canggih, moderen yang di bawa oleh
orang-orang asing, baik dari ajaran belanda, jepan, china, inggris, amerika dan
sebagainya seperti dalam pengruh berbusana, tingkat laku dan pengaruh-pengaruh
yang lainnya. Mulai tercium oleh masyarakat ACEH, dengan sedikit demi sedikit,
masyarakat ACEH mulai melakukan ajaran-ajaran atau budaya-budaya yang di bawa
oleh negara luar, seperti dalam busana, bartingkah laku dan lain-lainnya.
Sekarang ini
sering sekali kita lihat bahwa masyarakat ACEH mulai sedikit demi sedikit mulai
melupakan syariat-syariat yang berlaku di wilayah ACEH sendiri. Banyak relita
sekarang ini masyarakat ACEH misalnya dalam berbusananya, memakai celana jens,
baju ketat, baju tembus pandang, rambut terbonding, dandanan dan lain
sebagainya, yang sifatnya mereka lebih membuka aurat. Bukan saja dari segi
busana/ pakaiannya tetapih dari segi yang lainnya juga sudah tampak seperti
dalam berinteraksi/ berkomunikasi yang dulunya masyarakat ACEH, bahasanya lebih
lemah lembut dalam berinteraksi juga sopan santun, saling menghargai antara
sesama baik yang dengan yang lebih tua.
Tetapih sekarang
tidak demikian kita dapatkan lagi, dimana sekarang masyarakatnya itu sudah
tidak taat lagi dalam mematuhi syariat-syariatnya, baik dalam berinteraksi/
berkomunikasi dalam hukum-hukumnya, misalnya dalam berbicara kasar dengan
nadanya yang keras, begitu juga dalam budayanya yang dulunya masyarakat khusus
untuk anak-anak perempuan bersifatnya anak rumahan. Sekarang menjadi terbalik
artinya banyak sekarang ini kita lihat di jalan-jalan, apalagi pada malam
minggu contohnya ada pasangan-pasangan yang belum mempunyai ikatan pernikahan/
tali pernikahan yang dinama banyak sekarang ini kita dapatkan di jalan-jalan
dengan pemandangan yang tidak menyenangkan ( berboncengan dengan laki-laki).
Begitu juga di
dalam mengerjakan ibadah sholat yang dulunya lebih mementingkan mengerjakan
sholat dari pada pekerjaan nya, terbalik dengan sekarang ini mereka lebih
mengutamakan pekerjaan nya dari pada mengerjakan sholat, seperti ketika waktu
azan komandan perintah untuk mengerjakan ibadah sholat, namun realitas sekarang
ini kita lihat misalnya di sebuah masjid hannya ada imam dengan makmum sekitar
3 sampai 4 orang makmum yang mengikut imam di dalam sebuah masjid. Kenapa bisa
terjadi demikian??.
Dikarenakan mereka
lebih mengutamakan/ memintingakan pekerjaan nya di bandingkan untuk mengerjakan
ibadah sholat, misalnya kita lihat waktu zuhur yang di mana waktu tersebut
orang sedang sibuk dengan aktivitas masing-masing, biasanya pada waktu tersebut
banyak sekali terdapat masjid-masjid yang hannya ada imamnya saja, begitu juga
waktu subuh. Pernah waktu itu di kampung saya kejadiannya di ACEH TIMUR,
KECAMATAN SIMPANG ULIM, DESA GAMPONG BLANG, waktu sholat subuh hannya ada imam
saja dalam arti kata lain tidak ada makmum, hal tersebut merupakan suatu contoh
berkurangnya agama islam di ACEH. Lalu bagaimanakah dengan sebutan seramoe
mekkah ??, bukankah seramoe mekkah itu mayoritasnya masyarakat ACEH manganut
agama islam dan penuh dengan syariat-syariat keislaman, penyebutan tersebut
lebih pantas di sebutkan pada waktu zaman dulu yang di mana masyarakatnya lebih
tekun beribadah, artinya tidak sesuai dengan sekarang ini ??. kenapa bisa
terjadi demikian??.
Hal tersebut dapat
di pengaruhi oleh beberapa faktornya antara lain :
Faktor budaya,
faktor sosial, faktor internet dan lain-lainnya namun dari faktor-faktor
tersebut lebih banyak di pengaruhi oleh faktor internet yang di bawakan oleh
negara EROPA didalamnya berisi budaya, peranan sosial dan lain-laninya, tujuan
dari negara EROPA merancang demikian tidak lain dan tidak bukan untuk
menghancurkan agama islam di negara INDONESIA khususnya di ACEH. Namun kita
sebagai masyarakat yang menganut agama islam yang di bawakan oleh orang tua
kita dan nenek moyang kita, tentunya kita tidak boleh membiarkannya begitu saja
artinya di mana kita harus memberantaskan, agar hal tersebut tidak terjadi
terus dan berkembang di dalam masyarakat di wilayah ACEH tentunya. Cara untuk
mengatasinya bisa dengan cara: mempererat syariat-syriat yang berlaku,
menetapkan aturan-aturan yang bernuasa islami, semoga dengan cara yang demikian
bisa mengatasi terjadinya perkurangan agama islam di wilayah ACEH, agar hal ini
tidak berkembang untuk anak cucu kita nantinya.
Jadi berdasarkan
uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa kita sebagai masyarakat ACEH yang di juluki dengan seramoe mekkah agar
mempertahankan ajaran-ajaran atau aturan-aturan dan syariat islam tentunya,
agar pengaruh dari luar negeri baik dalam tentunya bisa kita kendalikan/
mengatasinya.