OLEH : AZIZAH
Assalamualaikum Warahmatuallahi
Wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya azizah. Saya salah satu mahasiswi
Universitas Islam Negeri Banda aceh yaitu Universitas UIN AR-RANIRY, kabupaten Darussalam,
di jurusan pengembangan masyarakat islam (PMI) kesejahteraan sosial, di leting
(semester) satu. Tujuan saya di sini ingin mengarang sebuah peristiwa
(fenomena) tentang :” ACEH JUARA II MISKIN.” Khususnya di pulau sumatra negara
indonesia.
Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidak
mampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti: makanan, pakaian, tempat
berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan berasal dari kata miskin,
pendapat awalan ke dan akhiran an, menjadi kemiskinan. Dalam kamus besar bahasa
indonesia edisi baru (2012:12:58), miskin artinya tidak berharta benda, serba
kekurangan, papa, dan sangat merata.
Menurut pendapat para ahli Mubyatoc (1998), mengatakan
bahwa kemiskinan adalah suatu situasi serba kekurangan dari penduduk yang
terujud dalam bentuk rendahnya pendapatan, dan disebabkan oleh rendahnya
keterampilan, produktifitas, pendapatan, lemahnya nilai tukar produksi dan
terbatasnya, kesempatan berperanserta dalam pembangunan. Rendahnya mendapatkan
penduduk miskin, menyebabkan rendahnya produktifitas dan meningkatkan beban
ketergantungan masyarakat.
Kemiskinan di indonesia bukanlah hal yang baru
bahkan sudah di kenal dan di selidiki oleh pemerintah Kolonia Belanda sejak
awal abab 20. Kemiskinan haruslah mendapatkan perhatian yang utama, karna ke
mana saja kita pergi dapat kita jumpai kemiskinan. Di daerah perkotaan banyak
berlaku ladang mobil yang harga mahal, namun
juga masih dapat banyak kita jumpai para pejalan kaki dan tukang peminta- minta
(pengemis). Di daerah pendesaan masih banyak di jumpai penduduk yang tidak
cukup makan. Ini semua merupakan pengertian ceminan kemiskinan yang secara
realistik harus di akui oleh negara indonesia. Kemiskinan dewasa ini telah
mwngalami peluasan, seiring dengan kompleknya faktor penyebab, indikator maupun
permasalahan lain yang di pandang dari dimensi ekonomi saja, melainkan semakin
meluas ke dimensi sosial, kesehatan, pendidikan, dan bahkan politik.
Menurut dari pengertiannya, kemiskinan dapat di
bedakan menjadi tiga golongan yaitu kemiskinan absolut, kemiskinan relatif dan
kemiskinan kultural. Seseorang termasuk golongan miskin absolut apabila hasil
pendapatannya berada di bawah garis kemiskinan, tidak cukup memenuhi kebutuhan
hidup minimum seperti pangan, sandang, kesehatan, papan, dan pendidikan.
Seseorang tergolong miskin relatif apabila seseorang tersebut sebenarnya telah
hidup di atas garis kemiskinan namun masih berada di bawah kemiskinan
masyarakat seterusnya. Seseorang tergolong miskin kultural apabila seseorang
atau kelompok masysrakat tersebut memiliki sikap tidak mampuan berusaha
memperbaiki tingkat kehidupannya. Sekalipun ada usaha dari pihak lain yang
membantunya.
“ACEH JUARA II MISKIN DI SUMATRA NEGARA INDONESIA”.
Badan pusat statistis (BPS) Aceh menuliskan profil
kemiskinan di daerah ini Maret 2016. Data- data tersebut menunjukkan persentase
angka kemiskinan di aceh hingga Maret 2016 tertinggi ke dua(16,73 persen) di
pulau sumatra, setelah bengkulu (17,32 persen). Peningkatan kemiskinan ke dua
profinsi ini masih sama seperti periode Januari september 2015. Kepala BPS
Aceh, Wahyudin mengucapkan aceh masih termiskin ke dua di sumatra dalam
konferensi per di kantor BPS Banda Aceh, senin (18/7). Kemiskinan ini harus
mendapatkan perhatian serius dari pemerintah di aceh “ artinya tim keordinasi
penangulangan kemiskinan daerah (TKPKQ) harus bekerja optimal guna menunjukkan
kemiskinan yang terjadi di profinsi ini.”
Dari hasil surfe, terdapat 10 kabupaten kemiskinan di
Aceh yaitu gayo lues, Aceh singkil, Bener mariah, Aceh barat, Pidie jaya, Pidie
dan Semeulue. Lima kabupaten / kota
dengan tingkat kemiskinan terendah pada
tahun 2015 yaitu” Banda Aceh 7,72 persen, Langsa 11,62
persen, Lhouseumawe 12,16 persen, Aceh selatan 13, 24 persen, Aceh tamiang
14,57 persen.Menurut Munzani amatan/ DeAS, selama periode 2014-2015 daerah
dengan tingkat kenaikan kemiskinan terparah yaitu Aceh singkil yang mencapai
3,95 persen, di mana tahun 2014 angka kemiskinan di singkil hannya 17,11 persen
dan tahun 2015 naik mencapai 12,72 persen, untuk menurunkan angka kemiskinan
ini, BPS menawarkan dengan pemerintah aceh memberikan bantuan melalui program
kerja, termasuk modal padat karya yang dapat menghasilkan uang bagi masysrakat
yang masih miskin.
Terjadinya kemiskinan yang meningkat di ketahun ke
tahun di aceh dapat di sebabkan oleh faktor-faktor tertrntu. Penyabab
terjadinya kemiskinan di antaranya faktor laju pertumbuhan penduduk di mana
pertunbuhan penduduk. Meningkatnya jumblah penduduk di indonesia semakin
terpuruk dengan keadaan ekonomi yang belum mapan. Jumblah penduduk yanh bekerja
tidak sebanding dengan jumblah keterangan penghasilan yang minim di tambah
dengan banyaknya beban ketergantungan yang harus di tanggung membuat. Penduduk
hidup di bawah garis kemiskinan. Faktor selanjudnya yaitu Anggaran kerja di
mana faktor ini penduduk yang bekerja dan pengagguran. Penduduk yang berumur di
dalam batas. Usia kerja mendapatkan penduduk yang di dapatkan dari hasil
pekerjaan yang mereka lakukan relatif tidak dapat memenuhi kebutuhan
sehari-hari sendangkan ada sebagian penduduk di indonesia mempunyai pendapatan
yang berlebih.
Faktor yang ke- tiga yaitu tingkat pendidikan yang
rendah. Ini di sebabkan karena rendahnya tingkat pendidikan dan tingkat
pengetahuan tenaga kerja. Untuk adanya
perkembangan ekonomi terutama industry. Jelas sekali di butuhkan lebih banyak
tenanga kerja yang mempunyai skill dan paling tidak dapat membaca dan menulis.
Dan faktor ke- empat kurangnya perhatian dari pemerintah yaitu pemerintah yang
kurang peka terhadap laju pertumbuhan masyarakat miskin dapat menjadi faktor
kemiskinan. Pemerintah tidak dapat memetuskan kebijakan yang mampu
mengendalikan tingkat kemiskinan di negaranya. Dan faktor yang terakhir yaitu
Distribusi yang tidak merata di mana faktor yang terakhir ini, kemiskinan
muncul karena adanya ketidak samaan pola kepemilikan sumber daya yang
menimbulkan distribusi pendapatan timpang, penduduk miskin hannya memiliki
sumber daya dalam jumblah yang terbatas dan kualitasnya rendah.
Dengan adanya penyebab terjadinya kemiskinan di Aceh
khususnya pulau sumatra negara Indonesia kemudian timbullah Dampak atau
akibatnya dari kemiskinan, di antaranya dampak Pengagguran merupakan dampak
dari kemiskinan. Berhubungan pendidikan dan ketrampilan hal yang sulit di raih
masyarakat, maka masysrakat sulit untuk berkenbang dan mencari pekerjaan yang
layak untuk memenuhi kebutuhan. Di karenakan sulit untuk bekerja maka tidak ada
pendapatannya membuat pemenuan kebutuhan sulit. Kekurangan industry dan
kesehatan dan tak dapat memenuhi kebutuhan sulit lainnya. Dampak selanjudnya
yaitu dampak Kriminaliatas dimana kesulitan mencari nafkah mengakibatkan orang
lupa diri sehingga mencari jalan cepat tampa memerdulikan halal dan haramnya
uang sebangai alat tukar guna memenuhi kebutuhannya. Misallya saja perampokan,
penodongan, pencurian, penipuan, pembengalan, penjambretan dan masih banyak
lainnya.
Faktor yang ke- tiga putusnya sekolah dan kesempatan
pendidikan. Sudah pasti dampak dari kemiskinan. Mahalnya biaya pendidikan,
menyebabkan masyarakat miskin putus sekolah, karena tidak lagi mampu membiayai
sekolah. Putus sekolah dan hilangnya kesempatan pendidikan akan menjadi
penghambat rakyat miskin dalam menambah ketrampilan, mencangkau cita-cita dan
mimpi mereka. Dan faktor ke- empat Kesehatan sulit untuk di dapatkan karena
kurangnya pemenuhan gizi sehari-hari. akibat kemiskinan membuat rakyat miskin
sulit menjaga kesehatannya. Belum lagi biaya pengobatan yang mahal di klinik
atau rumah sakit yang tidak dapat di jangkau oleh masyarakat miskin. Ini
menyebabkan gizi buruk atau banyaknya penyakit yang menyebar. Dan dampak yang
terhkir adalah Buruknya generasi penerus adalah dampak yang berbahaya dari
akibat kemiskinan. Jika anak-anak putus sekolah dan bekerja karna terpaksa maka
akan ada gangguan pada anak itu sendiri, seperti gangguan pada perkembangan
mental, fisik, dan cara berfikir mereka sebut saja contohnya anak-anak jalanan
yang tidak mempunyai tempat tinggal, tidur di jalan dan tidak sekolah. Seperti
juga pengamen untuk mencari makan dan lain sebangainya.
Dampak kemiskinan pada generasi penerus merupakan
dampak dan buruk, karena anak-anak seharusnya mendapatkan hak mereka untuk
bahagia, mendapatkan pendidikan, mendapatkan nutrisi baik dan lain sebangainya.
Ini dapat menyebabkan mereka terjebak dalam kesulitan hingga dewasa dan
berdampak pada generasi seterusnya.
Setelah terjadinya Dampak-Dampak atau akibatnya dari
kemiskinan di Aceh selanjudnya ada cara-cara untuk mengatasi kemiskinan, supaya
tidak terjadi secara terus menerus di kalangan masyarakat, cara yang pertama
dengan Peningkatan fasilitas jalan dan listrik di pendesaan di mana berbangai
pengalaman di china dan vietnam dan juga di indonesia sendiri menunjukkan bahwa
pembangunan jalan di area pendesaan merupakan cara yang efektif dalam
mengurangi kemiskinan. Cara selanjudnya dengan membangun lembaga- lembanga pembiayaan
MIKRO (LPM) yang memberi mamfaat kepada rakyat miskin dimana dengan
menyelesaikan rancangan undang- undang mengenai LPM yang memberikan dasar hukum
dan kerangka kelembangaan bagi lembaga pembiayaan MIKRO untuk menyalurkan dana
bagi rakyat miskin. Dan cara yang ke-tiga dengan Perbaikan atas kualitas
pendidikan dan penyediaan pendidikan untuk sekolah menengah yaitu dengan membantu
pengembangan manajemen dan pembiayaan pendidikan yang bertumpu pada peran
sekolah. Menyediakan dana bantuan pendidikan bagi masyarakat miskin. Mengubah
biasiswa jaring pengamat sosial.
Dan cara yang ke-empat dengan Menyediakan lebih banyak
dana untuk desa-desa miskin yaitu memberikan formulir Dana Alokasi umum (DAU),
agar memungkinkan pemerintah daerah agar dapat menyediakan pelayanan dasar yang
cukup baik. Meningkatkan pemberian DAK untuk menunjang target program nasional
pemgentasan kemiskinan. Dan alokasi khusus dapat menjadi insentif bagi
pemerintah daerah untuk memenuhi target pemenuan tingkat kemiskinan.
Dan cara yang terakhir yaitu dengan cara Merancang
perlindungan sosial yang lebih tepat sasaran dimana pemerintah dapat
meningkatkan bantuan pada masyarakat, di samping mengadakan penghematan dengan
cara, menguragi subsidi bahan bakar minyak (BBM). Menggunakan tabungan
pemerintah yang ada, untuk mengembangkan program perlindungan sosial. Mungkin
dengan cara- cara demikian kemiskinan di Aceh khususnya di pulau sumatra negara
indonesia ini dapat terselesaikan dengan baik, agar masyarakat Aceh dapat hidup
Aman, Nyaman, dan Sentosa.
Dari peristiwa / fenomena tentang kemiskinan yang
terjadi di Aceh khususnya di pulau sumatra negara Indonesia, saya mempunyai
pesan dan kesan. Pesan
menurut saya : Semoga pemerintah negara Indonesia dapat mencarikan solusi dalam
penyelesain permasalahan kemiskinan di masyarakat negara Indonesia, supaya
masyarakat dapat hidup ke arah yang lebih baik.
Kesan menurut saya : Alangkah baiknya peemerintah
turun ke lapangan langsung untuk memberantaskan kemiskinan- kemiskinan di
negara kita ini, ataupun dengan lebih banyak memberikan bantuan- bantuan berupa
seperti : JKS (jaminan kesehatan sosial) untuk masyarakat miskin, bantuan
pendidikan, beras miskin, peluang pekerjaan dan lain-lain.
Demikianlah karangan dari saya, di dalam karangan ini
saya menyadari banyak terdapat kesalahan, baik itu dari penulisan ataupan dari
segi karangan. Dengan ini saya sangat mengharapkan kritik supaya untuk
membangun karangan ini.
Akhir kata saya akhiri, Wabila hitaufid Wahidayyah.
Wassalamualaikum Warahmatuallahi Wabarakatuh.