BETAPA
BERARTINYA SELEMBAR IJAZAH S1
Oleh:
Azizah
Perkenalkan
nama saya Azizah bertempat tinggal di Aceh Timur kecamatan Simpang Ulim. Saya
lahir pada tanggal 12-07-1996 dan
sekarang ini saya berusia 20 tahun. Saya hanya seorang gadis biasa yang mempunyai
segudang harapan, sejuta impian dari saya kecil hingga tumbuh dewasa, saya
mempunyai keinginan yang mungkin tidak bisa saya dapatkan dari kedua orang tua
saya, di karenakan saya berasal dari keluarga yang kurang mampu, tidak seperti
mereka yang mungkin keinginan mereka dapat terpenuhi dikarenakan mereka
terlahir dari keluarga yang berada. Dan saya mempunyai tujuan hidupdengan
meraih kesuksesan dengan cara saya mendapatkan kesuksesan maka dengan itun keinginan
saya dapat terpenuhi. Maka dari itu saya
memilih kuliah, karena saya yakin dengan kuliah saya mendapatkan ilmu-ilmu,
dimana dengan ilmu-ilmu tersebut saya dapat menciptakan lapangan pekerjaan.
Maka dengan itu saya mendapatkan uang, karena dengan uang itulah keinginan dan
impian saya dapat terpenuhi.
Ketika
saya dinyatakan lulus dimana sekolah saya berasal di SMAN 1 Simpang Ulim
kabupaten Aceh Timur, Kecamatan simpang ulim, Kemudian saya berkeinginan untuk kuliah. Saat itu saya lulus pada tahun 2015
berbagai sleksi saya ikuti baik jalur Bidikmisi, jalur Bidik misi SNMPTN
(Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Nasional) di fakultas
Unimal(uinfersitas malaikulsaleh) di kota LHOKSEUMAWE, dan jalur Bidik misi SBMPTN
(Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional) di universitasa syiah kuala
(UNSYIAH) namun sayang, saya dinyatakan tidak lulus, namun saya tidak berputus
asa, saya tetap berusaha dengan sepenuh jiwa raga untuk saya bisa kuliah. Namun
saya memilih untuk menganggur 1 tahun karena hanya bisa kuliah dengan ada biaya
Bidikmisi atau beasiswa. Jika tidak ada
biaya Bidikmisi saya tidak bisa kuliah,
karena kedua orang tua tidak mampu menyeklahkan saya. Karena saya berasal dari
keluarga yang kurang mampu. Kemudian saya membuat sebuah keputusan yang sudah
saya pikirkan matang-matang untuk pergi ke kota Banda Aceh untuk bekerja dan
mengumpulkan uang untuk biaya kuliah pada tahun 2016 nanti.
Akhirnya
tahun yang saya nantikan datang juga dimana pada tahun 2016 ini saya ingin
sekali kuliah seperti orang lain. Pengumuman pendaftaran telah dibuka kemudian
saya mengikuti berbagai tes baik jalur Bidikmisi (biasiswa) SBMPTN (Seleksi
Bersama Masuk Perguruan Tinggi Nasional) di fakultas Unifersitas Syiah Kuala
(Unsyiah) jalur SPAN PTK-IN (Perguruan Tinggi Islam Negeri) di universitas UIN
AR-RANIRY dan yang terakhir jalur PMB-LOKAL (Perguruan Masuk Bersama) di
universitas UIN AR-RANIRY. Alhamdulillah saya di nyatakan lulus di jalur
PMB-LOKAL di universitas UIN AR-RANIRY di kota Banda Aceh pada jurusan
PMI-KESOS (Pengembangan Masyarakat
Islam) hati saya sangan gembira di karnakan saya bisa kuliah, kuliah adalah
keinginan saya dari saya menduduki bangku MTS(Madrasah Ibtidayyah). Beribu pengorbanan telah saya
lakukan dan beribu biaya telah saya keluarkan hannya untuk saya bisa kuliah
semua itu untuk mendapatkan selenbar ijazah S1, karna dengan ijazah tersebut
saya mendapatkan ilmu –ilmu, dengan ilmu – ilmu tersebut saya bisa menciptakan
sebuah lapangan kerja pekerjaan, karna dengan demikian keinginan dan impian
saya dapat terwujud. Namun
untuk mendapatkan selenbar ijazah S1, bukanlan hal yang mudah, di mana untuk mendapatkan nya, kita
menghabiskan banyak pengorbanan, di antara nya tenanga, fikiran,waktu dan biaya
sampai puluhan juta rupiah yang kita keluarkan untuk mendapatkan selembar
ijazah S1, banyak biaya yang saya
keluarkan selama 4(empat ) tahun menyelesaikan
prodi perkuliahan pada jurusan PMI-KESOS (Pengembangan Masyarakat Islam) ,biaya
yang saya keluarkan di antara, biaya membayar alat tulis kantor (ATK) dalam
perbulan kita mengeluarkan biaya 150.000 Ribu Rupiah, di kalikan dalam selama
4(tahun) dalam 4 tahun ada 8(delapan) semester, artinya biaya yang kita
keluarkan yaitu sebesar: 1.200.000 Ribu Rupiah, bukan biaya membayar alat tulis
kantor (ATK) saya yang kita keluarkan,
namun kita juga mengeluarkan biaya pembayaran fotokopy yaitu tungas yang di
berikan oleh dosen guna untuk mendapatkan sebuah nilai perkuliahan, biaya yang
kita keluarkan sebesar: 200.000 Ribu Rupiah dalam perbulannya, namun karna kita
kuliah targetnya ada 4(empat) tahun dalam 4 tahun ada 8(delapan) semester maka
biaya yang kita keluarkan sebesar: 1.600.000 Ribu Rupiah. Di dalam perkuliahan kita
juga membayar pembayaran SPP dalam setiap semester, biaya yang kita keluarkan
dalam 1(satu) semester sebesar: 1.605.000 Ribu Rupiah, di karnakan kitakuliah
dalam 4(empat) tahun maka 4 tahun ada 8(delapan ) semester, maka biaya yang
kita keluarkan sebesar: 12.840.000 Ribu Rupiah. Ketika kita sudah semester 3-
ke atas maka kita akan melakukan praktek atau terjun lapangan, di mana di dalam
praktek juga membutuhkan biaya yang cukup besar biaya yang kita keluarkan
praktek atau terjun lapangan selama 6(enam) bulan, maka besar biaya yang kita
keluarkan sebesar: 3.000.000 Rupiah, praktek atau terjun lapangan adalah sebuah
penilaian yang sangat utama dalam sebuah perkuliahan. Ketika kita sudah hampir
di nyatakan selesai dalam sebuah perkuliahan, maka kita akan menyusun subuah
sripsi di manai sripsi tersebut kita juga mengeluarkan banyak biaya, biaya yang
kita keluarkan sebesar: 3.000.000 Rupiah dalam 4(empat) tahun sekali, ketika
kita sudah selesai menyusun sebuah sripsi dan di tanda tangani oleh pembimbing
(jurusan), dosen ketua fakultas, dan
rektor dari Universitas UIN AR-RANIRY, di Kota Banda Aceh, bahwa kita di
nyatakan lulus dalam menyusun sebuah
sripsi, namun ketika kita selesai dalam menyusun sebuah sripsi.
Selanjudnya kita harus mengajukan sidang (naik sidang), mengajukan sidang kita
juga mengeluarkan biaya, biaya yang kita keluarkan sebesar: 1.500.000 Ribu
Rupiah, biaya tersebut kita keluarkan 4(empat) tahun sekali. Selanjudnya, biaya
terakhir yang kita keluarkan yaitu biaya pembayaran wiisuda, di mana ketika
seseorang tersebut telah wisuda itu tandanya ia telah selesai dalam sebuah
perkuliahannya, biaya yang di keluarkan untuk wisuda yaitu sebesar: 3.000.000
Rupiah dalam 4(empat) tahun sekali, di mana di wisuda tersebut orang merasa
tenang dan puas di karnakan bahwa bebas dari biaya yang selama ini ai keluarkan
seperti bebas dari fikiran, tenaga, waktu, dan biaya yang sangat besar bahkan
sampai puluhan juta Rupiah telah di selesaikan. Jadi besar semua biaya yang di
keluarkan selama dalam perkuliahan yaitu sebesar: 35.140.000 Ribu Rupiah selama
4 tahun 8 semester. Jadi
dapat saya simpulkan bahwa: untuk mendapatkan selembar ijazah S1, kita banyak mengeluarkan di
antaranya fikiran, tenaga, waktu, dan biaya puluhan juta Rupiah hanya untuk mendapatkan
selembar ijazah S1, jadi sungguh di sayangkan ketika kita di nyatakan lulus dalam sebuah universitas di mana kita
di gelar menjadi seseorang bertiter sarjana itu sia-sia, kenapa? Karna
maksudnya jangan sampai ketika kita mendapat selembar ijajah S1, itu terbuang
dengan percuma-Cuma, kita harus menggunakan ijazah tersebut dengan
sebaik-baiknya. Di karnakan ijazah tersebut di gunakan untuk mendapatkan sebuah
pekerjaan yang pantas(layak), misalnya: bekerja di sebuah perkantoran,
keguruan, maupun di sebuah Universitas- universitas dan lain –lainnya, di karna
semua pekerjaan di zaman sekarang ini sudah 99% semua membutuhkanselembarijazahS1. Pesan
dari saya : guna kanlah sebaik- baiknya selembar ijazah S1, di karnakan di
dalam ijazah tersebut terdapat banyak ilmu- ilmu yang kamu dapatkan, guna
kanlah ke arah yang lebih baik, di karnakan untuk mendapat kannya ijazah S1, di
butuhkan pengorbanan yang besar. Cukup di sini ungkapan atau
karangan dari saya, saya bernama AZIZAH
mengungkapkan banyak terima kasih, terutama sekali kepada dosen( bapak)
pembimbing kami Bapak HASAN BASRI M NUR, yang telah memberi kesempatan kepada
saya untuk mengungkapkan isi hati saya, dan mungkin terdapat banyak
kesalahan-kesalahan di dalam karangan ini, maka dari itu saya membutuhkan
sebuah kritikan-kritikan guna untuk memperbaiki kesalahan –kesalahan tersebut.
Tiada Manusia Yang Luput Dari
Kesalahan. Wabillahi
Tufid Wahiyyah Wasalamualaikum Warahmatuallahhi Wabarakatuh.